Saturday, 30 March 2013

JEJAK EKOLOGI KU


ECOLOGICAL FOOTPRINT (JEJAK EKOLOGI)

Jejak ekologi, sebutan sederhana bagi ecological footprint, merupakan satu sistem yang mengukur seberapa banyak tanah dan air yang diperlukan populasi manusia untuk menghasilkan sumber yang mereka habiskan dan menyerap limbah yang dihasilkannya. Jejak ekologi tak pernah lagi menjadi sebuah acuan negara dalam proses pembangunan dengan melihat neraca aset-aset alam (ekologi).Sebuah pendekatan yang baru-baru ini populer dengan Ecological Footprint menjadi alat ukur yang mengkaji tingkat konsumsi manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Konsep "jejak ekologis" (Ecological Footprint) diperkenalkan pada tahun 1990-an oleh William Rees dan Mathis Wackernagel.
Kejadian bencana ekologi yang melanda negeri ini telah menjadikan meningkatnya anggaran belanja negara dan anggaran belanja rakyat. Nilai yang tidak sebanding dengan sebuah pendapatan negara yang didapat dari upaya eksploitasi yang berkontribusi pada bencana ekologi. Negari ini akan segera menuju kebangkrutan bila defisit ekologi tidak tertangani dengan segera.
Pada tingkat global, jejak ekologi rata-rata orang di bumi pada tahun 2005 adalah 2,7 hektar global per orang tanah, sedangkan ada 2,1 hektar global yang dapat diakses oleh setiap orang. Satu hektar global adalah pengukuran yang digunakan untuk menentukan produktivitas lahan produktif secara biologis dan air. Konsumsi individu sedikit lebih tinggi dari jumlah tanah dan sumber daya yang tersedia untuk mempertahankan kehidupan manusia. Manusia tidak akan dapat melestarikan pola hidup terutama jika pertumbuhan populasi eksponensial dianggap. Lanjutan berlebihan sumber daya alam akan mengakibatkan kelaparan manusia dan penyakit, lahan tandus, miskin kualitas udara, bencana ekonomi global yang mengarah ke pemberontakan publik, dan akhirnya kematian dari spesies manusia dan bentuk kehidupan lain dan spesies.
Manusia membutuhkan apa alam mampu memberikan bagi kita. Sayangnya, kebanyakan dari kita tidak tahu berapa banyak sumber daya alam kita gunakan. Untuk itu, kita tidak tahu berapa banyak sumber daya kita harus menggunakan. Sejak tahun 1970, manusia telah melampaui permintaan tahunan pada sumber daya. Apa itu artinya kami telah melampaui apa Bumi mampu mengisi setiap tahun. Pada intinya, saat ini membutuhkan satu tahun dan enam bulan untuk menumbuhkan jumlah sumber daya alam manusia digunakan dalam setahun. Para Ekologis Footprintmeasures bagaimana manusia cepat menciptakan limbah dan mengkonsumsi sumber daya seperti, ikan kayu, kertas, dan energi. Fakta-fakta terbaru yang jika setiap orang hidup gaya hidup dari Amerika rata-rata kita membutuhkan lima planet.
Pada tingkat global, jejak ekologi rata-rata orang di bumi pada tahun 2005 adalah 2,7 hektar global per orang tanah, sedangkan ada 2,1 hektar global yang dapat diakses oleh setiap orang. Satu hektar global adalah pengukuran yang digunakan untuk menentukan produktivitas lahan produktif secara biologis dan air. Konsumsi individu sedikit lebih tinggi dari jumlah tanah dan sumber daya yang tersedia untuk mempertahankan kehidupan manusia. Manusia tidak akan dapat melestarikan pola hidup terutama jika pertumbuhan populasi eksponensial dianggap. Lanjutan berlebihan sumber daya alam akan mengakibatkan kelaparan manusia dan penyakit, lahan tandus, miskin kualitas udara, bencana ekonomi global yang mengarah ke pemberontakan publik, dan akhirnya kematian dari spesies manusia dan bentuk kehidupan lain dan spesies.
Berapa banyak lahan yang tidak membutuhkan untuk mempertahankan gaya hidup Anda? Anda dapat mengambil kuis singkat untuk mengetahui Jejak Ekologis Anda-Anda akan terkejut apa yang Anda akan tahu. Hasil kuis Anda akan menunjukkan kira-kira berapa banyak sumber daya yang Anda konsumsi, bagaimana Anda bisa mengurangi kesan Anda. Kesan jejak Anda ditentukan oleh pilihan yang Anda buat, apakah Anda mendaur ulang, pembelian produk lokal, berapa banyak Anda berkendara, hal-hal alam itu. Kuis ini sebenarnya menyenangkan untuk mengambil, itu gratis dan informatif. Pada akhirnya, tujuan utama kami adalah untuk mengurangi Jejak Ekologis kami.
Dengan adanya pendapat diatas saya tertarik untuk mengetahui seberapa banyak jejak ekologi saya. Karna jujur selama ini saya tidak mengetahui hal ini, tugas ini sangat bermanfaat bagi kita semua. Dan saya sarankan mari kita mnghitung jejak ekologi masing-masing. Dibawah ini saya lampirkan cara menghitung jejak ekologi pribadi saya:

Lembar kerja berikut adalah perhitungan yg menunjukkan seberapa besar jejak ekologi anda dan bagaimana pilihan yg anda buat menjadikan jejak ekologis anda menyusut atau meluas.
Cara menghitung jejak ekologi pribadi
A.  Transportasi
1.  Dengan apa anda bepergian hari ini?
a.       Berjalan…..0
b.      Bersepeda…..5
c.       Dengan Angkutan Umum….10
d.      Menumpang.....15
e.       Kendaraan Pribadi …30
(Kalikan setiap skor dengan berapa sering metode  tsb dipakai dalam satu hari dan kemudian di total.)
Nilaiku 2 x 30 = 60
Sub-Total: 60
B.  Penggunaan Air
1.  Seberapa banyak air yang digunakan?
a)  Tidak mandi….0
b)  Mandi, 1-2 menit. ….5
c)  Mandi, 3-6 menit.…2x 10
d)  Mandi, 10 min ….   20
e)  Mandi dengan air satu bath tub penuh….20
f)  Mandi dengan air setengah bath tub….10
g)  Mandi dengan air bekas orang lain….10
h)  Menggosok gigi dg air kran tetap mengucur….5
i)  Mencukur kumis/jenggot dengan air kran tetap mengucur….5     
Nilaiku 20 

Sub-Total: 20


C.  Berpakaian
 1. Saya menggunakan pakaian lebih dari sekali sebelum di cuci?
a.       Sering….0
b.      Kadang-kadang….1x  5
c.       Tidak pernah….10
2. Saya menggunakan pakaian bekas (yg diperbaiki)
a)  iya….(-5)    b)  tidak….0
3.  Saya memperbaiki baju saya sendiri?
a)  ya….(-5)     b)  Tidak….0
4.  50% dari baju saya adalah baju turunan?
a)  ya….(-5)     b)  tidak….0
5.  Saya membersihkan dan mengeringkan baju?
a)  none….0   b)  1-5 lembar….10 c) lebih dari 6 lembar...... 20
Nilaiku 15
Sub-total: ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­15

D.  Rekreasi
Mengenali permainan, olahraga, dan aktivitas dimana anda terlibat, pada hari biasa di waktu senjang.
1. Seberapa banyak peralatan yg diperlukan ?
a)  tidak ada atau sedikit..0   b)  beberapa….1x 10    c)  cukup banyak….20
2.  Seberapa luas lahan yg dibutuhkan untuk bermain di lapangan, dataran es, kolam renang, untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anda?
a)  tidak ada atau sedikit….0   b) sedang (<1 hektar) 1x  10  
c) cukup besar (>hektar)…20
(Lihat tabel konversi pada akhir kuis untuk bantuan)
3.  Saya menghabiskan uang hari ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga)?
a)  Tidak ada….0   b)$5…5    c)$10…10   c)$10+…1 pt. per dollar
Nilaiku 20
Sub-Total: 20

E.  Makanan
1.  Berapa porsi daging yang dimakan sehari?
a)  0….0   b) 1 porsi….1x 10   c) 2 porsi….20   d) 3 porsi….30
2.  Seberapa banyak makan bersisa di piring?
a) tidak ada1x  0    b) sedikit….5    c) cukup banyak….10
3. Saya mengkonsumsi campuran sisa sayur dan buah?
a)  ya….0                      b)  tidak….1x  10
4.  Makanan yg saya makan adalah makanan lokal?
a)  semuanya….0          b)  beberapa...1x  10    c) tidak ada….20
5.  Makanan yg saya makan adalah produk organik?
a)  semuanya….0           b)  beberapa..1x 10       c) tidak ada….20
6.  Makanan yg dikonsumsi dibungkus plastik/kertas?
a)  Tidak….0                 b) beberapa….1x 10               c) Semuanya….20
Nilaiku 65
Sub-Total:  65

F.  Sampah
1. Jika saya membuang seluruh sampah  pd hari ini, seberapa besar penampungan sampahnya?
a)  peti kayu….30
b)  kotak sepatu….1x 20
c)  secangkir….5
d)  tidak ada sampah….0
Nilaiku 30
Sub-Total: ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­30

Add Sub-Totals of “A-F” for Total 1 = 210


G.  Ruang Tinggal
1.  Hitung dalam satuan meter persegi ruang indoor yg  diperlukah dlm keseharian. Termasuk  semua ruangan di rumah (termasuk garasi), sekolah (kantin, kelas), kantor (ruang kantor pribadi, area kerja, toilet). Bagi luas total ruangn dg jumlah orang di dalamnya.
Contoh:
   Living Space Averages               Educ. Space/Per Student
Ave. Dorrm Space – 25 sq m         Classroom & Lab – 30 sq m
Ave. Apt. space     - 35 sq m          Administration    -   3 sq m
                                                       Other                 -   5 sq m
Add up “a-d” for “Total Square Meters”.
(1 sq. meter = 10 sq. feet)
a)  “Home” sq. meters = 220
      divided by # of people = 80  Sq meters
b)  School sq. meters =  40
      divided by # of people =  1  Sq meters
c)  Office sq. meters = 100
      divided by # of people =  4  Sq meters
d)  other sq. meters = __________________
      divided by # of people = __________________ Sq meters
Nilaiku 85
Total 2: 85

TOTAL KESELURUHAN= (Total 1 + Total 2)  X  3
 ( 210+85)  X  3 = 295 x 3  =  885
Anda telah menghitung total dari ‘tiga’ tipikal keseharian anda. Sekarang ubah total keseluruhan tsb menjadi jejak ekologis pribadi anda, menggunakan rumus dibawah:
Total keseluruhan dibagi 100 = jejak ekologis anda dalam satuan hektar
JEJAK EKOLOGIS PRIBADI  = 8,85  HEKTAR







DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D.1991. Ekologi Manusia Dengan Lingkungannya. Erlangga. Jakarta
Naughton and Wolf. 1990. Ekologi Umum. Edisi kedua. UGM Press. Yogyakarta
Polunin, N. 1990. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun. Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Prawiro, R. H. 1988. Ekologi Lingkungan Pencemaran Edisi keempat. Satya Wacana. Semarang
Southwick, C. H. 1972. Ekology and  The Quality of Our Environment. Van Nostrand Reinhold Company. New York
Sudarwati, S.1970. Proseeding Bidang Biologi Jilid 1. Institut Teknologi Bandung. Bandung
Odum. 1996. Dasar-Dasar Ekologi. UGM Press. Yogyakarta
Zoer’aini. 1992. Ekosistem Komunitas dan Lingkungan. Bumi Aksara. Jakarta



Friday, 29 March 2013

MANUSIA MEMPUNYAI BANYAK KEBUTUHAN TERHADAP SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN


          TUGAS INDIVIDU
MANUSIA MEMPUNYAI BANYAK KEBUTUHAN TERHADAP SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN




Disusun Oleh :
Isrizal, S. Kep, Ns
( NPM : 12131011110 )

Dosen Pengajar :
Prof. Supli effendi rahim





PROGRAM PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA PALEMBANG
                                                          TAHUN 2013


 
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya lah kita diberikan nikmat dan kesehatan hingga saat ini. Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan makalah  yang berjudul ” manusia mempunyai banyak kebutuhan terhadap sumber daya alam dan lingkungan”. Dalam penulisan dan penyusunan kata-kata dalam tugas ini mungkin masih banyak kekurangan,untuk itu saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pembaca. Pada umumnya kepada teman-teman demi terwujudnya kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.
Demikianlah sekelumit kata-kata dari penulis. Semoga makalah ini bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semua.






Palembang,   maret 2013
                                                                                          Penulis,


                                                                                                            Isrizal, S. Kep, NS




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari – hari, sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara. Tanah merupakan tempat manusai melakukan berbagai kegiatan. Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat diperlukan oleh manusiasebagai komponen terbesar dari tubuh manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara merupakan sumber oksigen yang alami bagi pernafasan manusia. Lingkungan yang sehat akan terwujud apbila manusia dan lingkunganyadalam kondisi yang baik. Lngkungan hidup di indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis yang besar komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok biotik (flora darat, dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik (sawah, air dan udara ) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).
Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memerlukan sumber daya alam, yang berupa tanah, air dan udara dan sumberdaya alam yang lain yang termasuk ke dalam sumberdaya alam yang terbarukan maupun yang tak terbarukan. Namun demikian harus disadari bahwa sumberdaya alam yang kita perlukan mempunyai keterbatasan di dalam banyak hal, yaitu keterbatasan tentang ketersediaan menurut kuantitas dan kualitasnya. Sumber daya alam tertentu juga mempunyai keterbatasan menurut ruang dan waktu. Oleh sebab itu diperlukan pengelolaan sumber daya alam yang baik dan bijaksana. Antara lingkungan dan manusia saling mempunyai kaitan yang erat. Ada kalanya manusia sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya, sehingga aktivitasnya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya.    
Keberadaan sumberdaya alam, air, tanah dan sumberdaya yang lain menentukan aktivitas manusia sehari-hari. Kita tidak dapat hidup tanpa udara dan air. Sebaliknya ada pula aktivitas manusia yang sangat mempengaruhi keberadaan sumberdaya dan lingkungan di sekitarnya. Kerusakan sumber daya alam banyak ditentukan oleh aktivitas manusia. Banyak contoh kasus-kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah serta kerusakan hutan yang kesemuanya tidak terlepas dari aktivitas manusia, yang pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri.
Pembangunan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak dapat terhindarkan dari penggunaan sumberdaya alam; namun eksploitasi sumberdaya alam yang tidak mengindahkan kemampuan dan daya dukung lingkungan mengakibatkan merosotnya kualitas lingkungan. Banyak faktor yang menyebabkan kemerosotan kualitas lingkungan serta kerusakan lingkungan yang dapat diidentifikasi dari pengamatan di lapangan, oleh sebab itu dalam makalah ini dicoba diungkap secara umum sebagai gambaran potret lingkungan hidup, khususnya dalam hubungannya dengan pengelolaan lingkungan hidup di epoch otonomi daerah.

1.2 Tujuan Umum :
Untuk mengetahui  banyaknya kebutuhan manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungan

1.3 Tujuan Khusus:
A.    Apa yang di maksud dengan pengertian manusia?
B.     Bagaimana kondisi lingkungan yang kondusif bagi manusia?
C.     Bagaimana gambaran hubungan manusia dengan lingkungannya?
D.    Apa saja dampak-dampak negatif dari pengaruh manusia pada lingkungan dan bagaimana cara mengatasinya?
E.      Bagaimana kita dapat menganalisis sumber daya alam terkait sebagai kebutuhan manusia dan mengklarifikasinya?

                           
                                               


BAB II
MANUSIA MEMPUNYAI BANYAK KEBUTUHAN TERHADAP SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
A.   Pengertian manusia
Manusia adalah mahkluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negatif. Sebagai makhluk biologis, manusia atau “homo sapiens”, sama seperti mahkluk hidup lainnya yang mempunyai peranan masing-masing dalam menunjang sistem kehidupan. Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya. Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi karena manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai mahkluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya, baik lingkungan alam maupun sosial. Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.
B. Lingkungan yang Kondusif bagi Manusia
            Lingkungan adalah suatu media dimana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks.
Selain itu lingkungan harus memberikan kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung.
            Serta lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Oleh karena itu manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan karena lingkungan itu senantiasa tersedia disekitar.
Lingkungan memiliki peranan bagi manusia yaitu :
1.      Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.
2.      Tantangan bagi individu sehingga berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.
3.      Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.
4.      Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga di kamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.

Adapun pembagian lingkungan yaitu:
1.      Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah tempat dimana makhluk hidup lainnya tinggal bukan hanya manusia tetapi hewan dan tumbuhan. Dimana alam bisa memberikan hasil yang baik sebagai alat untuk pemenuhan kebutuhan kita sehari-hari.
2.      Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial adalah suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari, penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan mahkluk hidup yang menempatinya. Dengan kata lain manusia itu tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan manusia lainnya. Dan kita sebagai makhluk sosial dapat melakukan hubungan interaksi sosial dengan orang lain.

C.Hubungan Manusia dengan Lingkungan
Manusia bukanlah hanya sekedar makhluk berpikir saja atau makhluk berbadan saja, manusia bukanlah makluk yang begitu saja dipisahkan dari kontak sosialnya, manusia tidak dapat dibatasi. Ia merupakan makluk yang bertindak, bertanggung jawab atas kehidupan kodratnya kepada Tuhan dan sesama. Hubungan manusia dengan alam sekitar pada awalnya sangatlah baik. Kita menciptakan sebuah rumah kediaman yang begitu indah dan nyaman bagi kita sendiri. Manusia diserahi kuasa oleh Sang Pencipta untuk memelihara, merawat alam raya yang indah itu agar semuanya selaras, tertib, dan aman. Kedudukan manusia dalam alam raya ini adalah wakil dan penggarap.
Hidup dan kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari pengaruh lingkungan. Tuntutan kebutuhan hidup mendorong manusia beradaptasi dengan lingkungan melalui berbagai cara sesuai kemampuan, bahkan dorongan ini tidak terbatas pada adaptasi, melainkan memotivasi memberdayakannya melalui penyeimbangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tetapi sekarang hubungan manusia sangatlah bertolak belakang, dilihat dari sisi manusianya yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan keadaan lingkungan sekitar.
Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.
Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.

d. Dampak-Dampak Negatif dari Pengaruh Manusia pada Lingkungannya
Adapun dampak negatif pengaruh manusia terhadap lingungan seperti yang dicarakan sebelumnya bahwasanya manusia sebagai makhluk sosial hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan akibat buruk dari perbuatannya tersebut.
Berikut adalah dampak negatif yang ditimbulkan dari keegoisan manusia itu sendiri yaitu:
  1. Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion). 
  2.  Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota.
  3.  Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi.
  4. Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor. 
  5.  Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup.
Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri.Tetapi dibalik itu semua kita sebagai makhluk sosial dapat mencegah agar tidak terjadi   lingkungan yang lebih parah lagi yaitu dengan cara sebagai berikut:
1)      Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui.
2)      Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir.
3)      Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya.
4)      Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus.
5)      Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.

 E. Sumber Daya Alam Terkait sebagai Kebutuhan Manusia dan Mengklarifikasinya
  1.  Sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua makhluk hidup.
  2. Sumber alam yang tidak diperbaharui (nonrenewable resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam biotik. Yang tergolong ke dalam sumber abiotik adalah tanah, air, bahan-bahangalian,mineral,danbahan-bahantambanglainnya.
Manusia memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Manusia bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lainnya, terutama dalam penggunaansumber-sumberalamnya.
Namun sesuai dengan kondisi lingkungan saat ini manusia susah untuk melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud disini bukanlah transformasi yang diartikan sebagai perubahan seluruhnya (dari teknologi, sosial budaya dan ekonomi). Perubahan disini lebih kepada perubahan hidup berperilaku, kebiasaan dalam hidup yang menunjang pada penyelamatan lingkungan, perilaku hidupmanusia. Seharusnya manusia berhati-hati dalam mengolah tanah, air, udara mahluk mahluk yang ada di dunia ini. Khususnya pada lingkungan, manusia telah begitu banyak menimbulkan kerusakan pada bumi ini. Limbah, kotoran, sampah dibuang begitu saja tanpa mengindahkan lingkungandan mahluk lain.



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Adapun yang menjadi kesimpulan dari makalah kami yang berjudul Manusia dan Lingkungannya (Lingkungan Alam dan Lingkungan Sosial) adalah sebagai berikut:
1)      Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
2)      Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
3)      Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
4)      Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia yang lainnya.
Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.
Kemampuan kita sebagai mahkluk sosial untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.

3.2  SARAN
Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.
Manusia perlu mengambil kebijakan-kebijakan terhadap lingkungan sebagai usaha untuk memperoleh efisiensi pemanfaatan sumber alam dan lingkungan. Kita sebagai manusia wajib menyadari bahwa kita saling terkait dengan lingkungan yang mengitari kita.



DAFTAR PUSTAKA
 
Aminah S. 2003. Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya Jakarta : Elex Media Komputindo.Christian Warambay, PhD. 2002.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Papua: Universitas Negeri   Press
Adicondro, George Junus (2001), Cermin Retak Indonesia, diterbitkan Cermin Yogyakarta, Cetakan pertama, Februari.

Al Gore (1994), Bumi dalam Keseimbangan; Ekologi dan Semangat Manusia, diterjemahkan Hira Jhamtani, diterbitkan Yayasan Obor Indonesia.

Aliadi, Arif dkk (1994), Peran Serta Masyarakat dalam Pelestarian Hutan, studi di Ujung Kulon Jawa Barat, Tenganan Bali, Krui lampung, diterbitkan Walhi, cetakan pertama.